Blog

Senin, 08 Desember 2014

LOST

Ups, saya capslock semua. Kehilangan. Saya udah sering kehilangan. Bodohnya, saya tertimpuk batu yang sama. Karena apa? Sure, I didnt keep it well.
Kehilangan ngga cuma sesuatu yang bisa dijaga, bahkan yang belom pernah kita pegang atau liat. Sementara itu, hati saya, kayak musnah.
Ketika saya berhadapan dengannya, saya merasa saya sedang becermin. Saya melihat diri saya ada di situ. Padahal, saya nggak tahu yang di hadapan saya itu siapa. Saya bener-bener nggak tahu dan memang nggak akan pernah bisa tahu. Tapi, saya nyaman dan menemukan sesuatu yang lain dari saya. Saya menerima serpihan puzzle dan bila ditata, klop banget sama kepribadian saya. Sesuatu yang hilang dari diri saya, sebagai manusia, kembali.
Cermin itu menyadarkan saya tentang pergeseran diri saya dari posisi yang sebenarnya. Cermin itu mengingatkan saya bahwa saya dilindungi dan saya memang harus jaga jarak dengan cermin-cermin itu. Anehnya, cermin tersebut berani mengobrol sama saya meski lewat tulisan saja.

Lantas tak terasa saya becermin selama empat jam.. time flies away. Then clap! Semuanya hilang. Saya sudah mencarinya dua hari ini, namun belum ketemu.

Senin, 06 Oktober 2014

Got Scholarship-President University

Now I'm in 3rd grade. I followed a test in my school, 19th Augs 2014. For the first time, I heard there is a university called "President Univ" in Indonesia. LOL. Wow, I thought that it is great with international university system.

I did bussiness mathematic, english, and psychotest. Hmm..I chose communication major lol. Kak Yandri, as speaker in my class said that we had to keep our test code. The code will be used to login in PresUniv's site (for scholarship announcement). My code: E700153.

Then this Oct, I looked for my result.

LOL.
How can I get second scholarship...bzz. But yeah. I don't know I will pick it or not. I think I should sell this city to pay this tuition wkokkok

But at least, learning in a international environment will give great experience! *ahah*

It's Not Invitation, Just "Notification"

I will marry a girl, next Saturday.


I read it this evening and what should I do for you? Nothing.
Its not an invitation, but, juts a notification.
I should stop.

Sabtu, 13 September 2014

Kudengar Namamu, Tadi Siang.

cinta tak mungkin berganti secepat itu, walaupun tahu risikonya. risiko jika terus tegak merawat, ah tidak, setidaknya membiarkan ia tumbuh dan berkembang.
sebab waktu menyirami benih ini perlahan dan bahkan gulma yang menggerogotinya, tak terasa. semua mengalir. lewat dan melintas begitu saja. sudah cukup.
dahan-dahan mulai bercabang. ranting tempat gelayut gelisah. sebenarnya ini apa? akar terus mencari tempat persinggahan serta menggali sumur diri.
dengan teduh dan legowo, ia terima hujan. aku bahkan malu. belum bisa aku mencontoh rindangnya pohon ini, perasaan namanya.

jarak. biak. biar.

Kamis, 11 September 2014

Pembahasan 10 Soal TOEFL #2



1.
     

Violence on America campuses has abated___
a.       after 1970
b.      in 1970
c.       for 1970
d.      since 1970
pembahasan              : has abated adalah present perfect. Adverb of time dari presemt perfect biasanya adalah for dan since. Nah, bedanya apa dong?
For : amount of time, misalnya a week, two months, three years, intinya jumlah waktu.
Since: past time, waktu lampau misalnya last week, years ago.
2.       Ancient civilizations such as the Phoenicians and the Mesopotamians_____goods rather than use money.
a.       use to trade
b.      is used to trade
c.       used to trade
d.      was used to trade
pembahasan              : kenapa ya used to trade? Kuncinya tu ancient=zaman kuno, artinya terjadi pada waktu lampau. Bentuk past-nya use adalah used.
3.       Most Americans don’t object ____them by their names.
a.       that I call
b.      to my calling
c.       for calling
d.      that I am call
pembahasan              : rumus dari penggunaan object adalah -> object + to
4.       North Carolina is well known not only for the Great Smoky Mountains National Park _____for the Cherokee Indian settlements.
a.       also
b.      and
c.       but also
d.      because of
pembahasan              : rumus dari- not only...........but also... artinya=tidak hanya.....tapi juga...
5.       General Grant had General Lee ______him at Appomattox to sign the official surrender of the Confederate forces.
a.       to meet
b.      met
c.       meet
d.      meeting
pembahasan              : rumus dari causative, have+verb 1.
6.       If a ruby is heated it ______ temporarily lose its color.
a.       would
b.      will
c.       does
d.      has
pembahasan              : rumus dari if clause tipe 1, adalah...If.....will
7.       _____small specimen of the embryonic fluid is removed from a fetus, it will be possible to determine whether the baby will be born with birth defects.
a.       a
b.      that a
c.       if a
d.      when it is a
pembahasan              : rumus dari if clause tipe 1, adalah...if..will..
8.       All the people at the AAME conference are___
a.       mathematic teachers
b.      mathematics teachers
c.       mathematics teacher
d.      mathematic’s teachers
Ternyataa...dari sananya tu..mathematics ya mathematics, dikasih huruf s. Sama halnya dengan physics (fisika).
9.       To generate income, magazine pubishers must decide whether to increase the subscription price or ____
a.       to sell advertising
b.      if they should sell advertising
c.       selling advertising
d.      sold advertising
pembahasan              : kalimat ini adalah kalimat paralel, sehingga jika to..ya to to to..hehehe.
10.   If it____more humid in the desert Southwest the hot temperatures would be unbearable.
a.       be
b.      is
c.       was
d.      were
pembahasan              : kalimat ini merupakan if clause tipe dua, rumusnya cuma were, jadi ngga boleh was.


semangat belajar! :)


Minggu, 07 September 2014

Kamu Menulis Buat Apa? (!)

Konteks "menulis" di sini bukan nulis catetan pelajaran, nulis PR dari guru, melainkan nulis yang lain. Yep, nulis di sosial media, blog, atau media lain (misal koran atau majalah).
Tulisan-tulisan lahir dari pikiran, mulai dari remeh-temeh sampe nasehat-nasehat filsafatis. But, di balik itu semua, 24 jam yang lalu, saya ngetwit :
untuk apa kamu menulis? buat apa? (!)

Buat saya sendiri. Saat saya ngerjain sesuatu, seiring dengan itu muncullah pertanyaan: buat apa. Iya, buat apa? Buat apa saya capek-capek? Apakah saya sedang berjuang tapi atas nama apa?
Mungkin saja saya pengen terkenal, itu bodoh.
Mungkin saja saya pengen dapet uang, iya sih pernah kepikiran buat beli pulsa.
Mungkin saja saya iseng aja, itu buang-buang waktu.
Mungkin saja saya ngeluh, itu bodoh.
Atau apa? There's a reason. Ndak mungkin ndak ada alasan. Puncak tertinggi alasan, setelah saya pikir-pikir (emang bisa mikir ya) dan ini cuma didapet sama orang yang powerful adalah:
semua karena Allah, diniatkan untuk ibadah.

Saya tahu ini berat. Tapi, kalo saya udah sampe titik ini-ikhlas-mungkin, mungkin, smeuanya terasa mudah. Ya iya lah, kan legowo. Legowo bukan karena nerima kekalahan, namun saya ngga peduli hasilnya. Mau orang baca tulisan saya, ngehujat saya, terserah. Semua karena niat. Biar saya dan Allah saja yang tahu sebagaimana dosa, ya cuma saya dan Allah yang tahu.

Sekali lagi, mungkin, yah mungkin saja, ini pertanyaan sekaligus tanda pentung gede buat mukul diri saya. Biar tahu, apa yang sebenarnya saya kejar. Apaan emang? Dasar saya cuma makhluk hina, ngapain riya'?
Dasar hina dan bodoh.

Minggu, 10 Agustus 2014

Pernah ke Kantor Pos?

http://www.pospay.biz/images/cover/POS2.jpg


Pernah ke Kantor Pos?

Bah, pertanyaan di atas cukup menggelikan. Pertanyaan nggak mutu. Tapi, pantas untuk ditujukan kepada saya-anak SMA era sekarang. Ha ha ha. Seingat saya (ya nggak ingat-ingat banget) pernah ke kantor pos Magelang saat dulu sekali, saya masih belia balita dan sekarang saya sudah 17 tahun. Potret yang saya ingat cuma kantor pos bercat oranye wortel, sedangkan hal lain mengenai sistematika (halah) pengiriman surat atau barang, saya nggak ngerti blas.

Keenggakngertian ini berakhir ketika saya berkenalan sama seseorang bapak, guru teater saya di SMA sekitar dua tahun yang lalu. Bapak guru tersebut adalah Pak Triman Laksana. Beliau aktif menulis sastra Jawa dan Indonesia. Pak Triman memberi tahu cara mengirim naskah puisi jawa (geguritan) ke koran Kedaulatan Rakyat dengan cara:

1.       Bakar (hehe bakar emang terjemahan dari “burning”) data Ms.Word yang berisi geguritan ke dalam CD.
2.       Bungkus pake amplop. (saya kirim pertama kali pake kertas HVS yang sedemikian rupa berbentuk amplop habis liat tutorial di internet)
3.       Kirim ke alamat KR.

Nah, saya iseng tahun lalu coba-coba aja kirim naskah via pos. Untuk pertama kalinya, saya diajarin cara ambil nomor urut sama bapak-bapak petugas pos yang bukain pintu “welcome”. Saya pencet tombol dan muncul deh kertas bernomor sekian. Saya duduk sambil nunggu antrian. Saya nonton kotak berlayar urutan nomor dan bersuara “antrian nomor sekian silakan ke loket sekian” memanggil pengantri. Wah, saya ndeso banget ha ha ha. Ruangannya dingin ber-AC dan bisa nonton tivi hehe. 

Sampailah nomor antrian dipanggil sama mesin kotak itu. Nah, langsung deh transaksi sama mas atau mbak di loket. Saya pernah dinasehatin sama mas-masnya, kalo ngirim CD pake tempatnya dong. 

Kemudian, lain hari...saya dipanggil ke ruang TU sekolah. Ta ra ra..saya dapet wesel pos dari KR alhamdulilah. Selembar kerta, dan saya harus ngapain? Oh saya ke pos lagi buat “mencairkan” uang tersebut. Saya antri lagi deh, tapi saya nggak ngerti saya harus bawa apa aja? Saya lirik pengantri pos lain yang bawa selembar kertas wesel. Ada mbak-mbak berseragam SMA bawa fotokopi kartu pelajar. Waduh? Untung antrian saya masih panjang. Saya langsung keluar ruangan dan alhamdulilah ada fotokopian di kantor pos. Lalu saya kasih kertas wesel tersebut ke mbak posnya plus fotokopian kartu pelajarnya, saya tanda tangan tanda terima dan dapet uang buat ngangkot hehe..

Nah, jadilah kini saya ngerti gimana cara ngirim dan mencairkan wesel di kantor pos. Ya lebih cepet e-mail lah ya jaman sekarang, tapi ternyata banyak persyaratan kayak ngirim lamaran, naskah lomba, dan sebagainya yang masih minta buat kirim dokumen via pos lho..(lirik-lirik pengantri soalnya hahaha).

Salam, 8 Agustus sore yang cerah 3.24 PM

Mia.

Sabtu, 26 Juli 2014

26 Juli, Selamat Hari Puisi Indonesia!

aku mengenalmu saat kelas tiga rok merah
sekitar sembilan tahun yang lalu
puisi pertama yang kuhapal

aku mengenalmu lewat buah penamu
Aku, Chairil

"...berlari, berlari, berlari
hingga hilang pedih perih
dan aku lebih tak peduli
aku mau hidup seribu tahun lagi."

aku merapal, menyesapmu, menghirupmu
termangu,
Aku benar-benar melesak pada darahku.
mungkin benar, ku mau tak seorang kan merayu.

selamat hari puisi!

26 Juli, 2014.

Catatan:
26 Juli didepak jadi hari puisi nasional dan dirayakan tepat hari kelahiran Binatang Jalang, Chairil Anwar.
Ya, aku tak bisa melupakanmu, Chairil. Anakmu, Aku, kali pertama tanda yang mengajakku untuk masuk ke duniamu, puisi. Aku tak henti bertanya kala itu. Pertanyaanku mengalir dari rok merahku kelas tiga SD,
"Apa itu binatang jalang, Bu?"
"Kenapa mesti meradang, menerjang, Bu?"
"Apa Mia bisa hidup seribu tahun lagi?"
"Merayu itu apa, Bu?"
Waktu yang mengajarkanku kejalangan dan menjawab segala yang kutanyakan. Hmm..

aku

kalau sampai waktuku
'ku mau tak seorang, 'kan merayu
tidak juga kau

tak perlu sedu sedan itu

aku ini binatang jalang
dari kumpulannya terbuang

biar peluru menembus kulitku
aku tetap meradang menerjang

luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri

dan aku akan lebih tidak perduli
aku mau hidup seribu tahun lagi.

mari berlari.

Nurings.


Jumat, 25 Juli 2014

Mendaki Gunung Merbabu!



Mendaki Gunung Merbabu!

2 minggu sebelum 26 Oktober 2013...
Saya nggak nyangka. Saya bisa. Mendaki Gunung oh men, Gunung Merbabu! Ketinggian 3150 dpl.
Oke, langsung saja..
Ceritanya saya jadi jurnalis sekolah di sekolah (lah iya kan masih sekolah). Namanya SIBEMA, RedakSI BErita sMAnsa). Nah, anggota SIBEMA 27 ini cowoknya cuma tiga. Emang sih, mayoritas cewek-cewek tapi alhamdulilah kami kuat kok J
Udah jadi rutinitas ekstrakurikuler GLACIAL (Gladiool Pecinta Alam) yang ngadain manjat eh daki gunung awal tahun. Judul acaranya yaitu, PEPAT (Pendakian Perdana Awal Tahun) tanggal 26-27 Oktober 2013. Untuk liputan di luar sekolah, kami nggak langsung tunjuk karena tanggung jawab sama orang tua juga. Dari sekian anggota, akhirnya yang dibolehin plus diridhoin plus didoain sama orang tua untuk berangkat ngeliput acara PEPAT ini adalah...saya dan Bagas Kurniawan (Bagas).
1.       Prepare for first climbing!
Ini adalah pendakian pertama saya, ketar-ketir dikit sih. Persiapan fisik, mental, dan material yang kudu, kudu sekali kudu mateng.
a.       Untuk persiapan fisik, kami mesti latian jogging, sit up, jalan kaki, yang ringan-ringan aja. Tujuannya biar nggak kram gitu.
b.      Terus mental, nah ini dia. Saya browsing-browsing tentang Gunung Merbabu, ketinggiannya, waspadaannya, baca-baca blog milik pendaki-pendaki, biar ngerti sih. Satu hal, kami mesti hati-hati di alam liar. Mental sok jago dan sok sombong dibuang jauh-jauh deh ya, hehe.
c.       Material, wih this is the one. Dari mulai perlengkapan daki, mmm..
1.       Tenda dan Alas Tidur
Tenda dan alas tidur bisa nyewa di toko adventure J kalo udah nyewa, latihan cara mendirikan dan melipat tenda. Semangat hehe.. kalo saya mah enggak repot, GLACIAL baik buanget mbikinin tenda untuk peserta PEPAT lho =D
2.       Carrier/tas ransel/asal jangan handbag aja, lol.
Saya nggak punya carrier yang khusus buat daki gunung gitu, terus gimana? Dapet referensi, katanya bisa nyewa di toko khusus adventure and climbing gitu deh. Kalo di Magelang, waktu itu saya sama Bagas dateng ke Progo Adventure (kalo nggak salah namanya). Nah, pas sampe situ, tokonya tutup. Saya telpon deh ke contact person yang tertera di banner, dan well, carriernya abis disewa sama pengunjung lain. Iya sih, nggak kaget aja karena tanggal itu emang tanggal sumpah pemuda (setiap 28 Oktober nasional) yang kece badai untuk dirayain di gunung, lol.
Terus? Saya pinjem temen saya, namanya Kirana. Bukan carrier sih, tapi tas ransel. Kata senior saya, nggak harus pake carrier kok kalo emang muat. Soalnya ntar keberaten, lagian cuma semalem aja kok, itu kata senior saya.
Bagas pinjem senior saya yang carriernya lebih gede daripada tas yang saya pakai.
3.       Sleeping bag/kantong tidur
Buat apa bawa kantong tidur? Kayak kepompong hehe. Ya buat tidur lah lol. sleeping bag bisa disewa juga kok di toko-toko penyewaan adventure gitu. Kalo mau beli juga boleh, harga sleeping bag sekitar 200ribu-an (tergantung merk sama second apa enggaknya hehe). Kalo saya pinjem Kirana (lagi), Bagas punya sendiri.
4.       Sandal Gunung/Sepatu Gunung
Daki gunung jangan pake sendal jepit ya, hehe. Jalannya kan licin tuh. Usahakan alasnya nggak licin, alias kasar. Silakan mau sendal gunung atau sepatu gunung. Kalo saya pilih sendal gunung, soalnya bisa dipake buat main (alasan aneh). Selain itu, sendal gunung bikin kukunya bebas. Saya nggak punya sendal gunung jadinya beli. Kalo Bagas, partner saya itu udah punya sendal gunung. Oh iya, kalo saya dari awal pake kaus kaki. Selain biar nggak dingin, juga menghindari benda-benda tajam kayak duri, cabang tajam, dsb.
5.       Kanebo/Tutup Kepala
Selera aja sih mau bawa ini apa enggak. Karena saya pakai kerudung, ya saya sudah cukup hangat hehe.
6.       Slayer
Saya bawa slayer warna merah. Gunanya untuk menghangatkan leher atau menutup hidung. Hidung dilindungi dari abu, pasir, atau bau belerang.
7.       Mantol/Jas Hujan
Antisipasi bawa jas hujan sebelum hujan, jangan payung hehe. Saya sangu mantol becak, hmm harganya 3ribu-an.
8.       Senter dan Korek Api
Saya bawa senter soalnya bermalam di gunung. Hiii mosok meh gelap-gelapan? Lol. Korek api berguna untuk bikin api (?)
9.       Perlengkapan Masak
Berfungsi banget buat masak (-_-). Saya pernah googling, ada kok seperangkat alat masak yang khusus buat daki gunung. Kalo untuk PEPAT ini, dari panitia nyedian kompor bikinan sendiri wes to, pokoke keren. Karena dibagi per kelompok, ada pembagian bawa spiritus, dsb. Banyak deh alat masak dan kompor di google hehe.
10.   Baju Hangat
Boleh jaket, kaos panjang, dsb. Disimpen di tas. Selama naik gunung, nggak pake jaket. Cukup kaos aja.
11.   Air dan Makanan
Sebab kami butuh energi, kami konsumsi makanan yang berkalori tinggi. Disaranin dari GLACIAL tuh kami bawa gula kacang (basa jawa:ampyang), cokelat, Soyjoy, Fitbar (peace saya nggak iklan ini hanya rekomendasi hehe) gitu deh. Untuk makan malam, bawa pop mie sama energen (kalo saya).
AIR. Perlu bawa air. Selama kami daki, kami ndak bisa bohong kalo kami haus (?). Saya bawa kangen water (googling aja apa itu kangen water? Hehe) sama aqua 2L.
12.   Obat-obatan!
Sori pake tanda seru! Hehe..soalnya ini penting buwanget nget nget. Buat yang punya obat pribadi, dibawa jangan lupa. Kami harus menjaga diri kami sendiri. Kata Lutfia, anggota GLACIAL, kalo kami pake minyak kayu putih malah bikin tambah adem. Saya bawa minyak kayu putih (disuruh ibu), decolgen, sama salonpas. Salonpas berguna untuk menghangatkan hidung, leher, dan bagian tubuh lainnya (tuh iklan lagi lol).
13.   Tisu Basah
Tisu basah berguna untuk ekskresi dan defekasi, mandi juga boleh hahaha. Nggak semua tempat di gunung ada mata air. Dan, sayang banget kami pake air mineral. Bener-bener hemat air lol.
14.   Kamera dan Handphone
Dokumentasi bahwa kami pernah ada. Hehehe
15.   Polybag/Kantong Kresek
Hayo! Kami dilarang untuk membuang sampah sembarangan! Hehehe
16.   Perlengkapan Ibadah
Khusus untuk Muslim, jangan lupa wajib 5 waktu ya..
2.       Lets Pack!
Ternyata ada cara untuk mengepak dan memanage barang bawaan biar kagak rempong kami nggendongnya.
-Baju
Baju hangat, maupun baju lain yang mau dibawa harus bener-bener kering. Kenapa kering? Karena kalo kami ambil jaket yang baru saja dijemur lalu dibawa naik gunung=sama aja kami nggendong air=berat. Pastikan kering ya hehe. Lantas, baju jangan dilipat ibarat koper, no no no. Kami nggak pake koper, kami pake carrier. Terus gimana? Baju digulung, serapet pet pet mungkin. Habis itu dimasukkan ke dalam tas kresek biar tetep kering.
-Plastik
Nggak hanya baju, barang-barang kayak senter kok saya plastikin ya? Eh hape juga ding. Oh korek api juga! Korek api HARUS kering agar bisa menyala hehe.
Packing carrier=
1.       Taruh barang-barang yang ringan di bawah, sedangkan yang berat di atas. Apa tujuannya? Biar nggak berat.
a.       Kalo saya, yang paling bawah adalah sleeping bag.
b.      Terus baju hangat yang udah digulung plus dikresekin.
c.       Atur space carrier tersebut, hemat dihemati-hematin. Ada space kosong dikit bisa diisi dengan pop mie, cokelat, dll.
d.      Paling atas adalah air. Air terbukti punya berat (pelajaran IPA zaman SD lol).
2.       Barang Penting
Barang penting di sini yang saya maksud adalah senter, mantol, korek api, dan fitbar. Buat perjalanan..air juga. Jadi gini (eh sok banget ini lol), biasanya carrier ada tempat minum to, nah diisi aja pake air minum. Terus biasanya ada resleting depan, diisi mantol, senter, sama makanan kecil energi, choki-choki gitu boleh (iklan lagi).
3.       Seimbang
Yang dimaksud seimbang adalah tas ataupun carrier tuh kalo digendong pas kanan dan kiri bahu, nggak berat sebelah. Gimana caranya? Ya diseimbangin. Cara gampangnya tuh kata Yulia, yang saay itu bantuin saya packing, asal carrier bisa berdiri tegak di lantai, artinya dia udah seimbang hehehe.
Dan saat mendaki, saya bener-bener membuktikan bahwa packing itu nggak penting, tapi sangat penting banget sekali!

-LET’S GO! CLIMBING MERBABU!
Well, duh saya deg-degan pake banget. Hari Sabtu, 26 Oktober 2013, saya harus berangkat bertugas (cie).
Seragam saya (halah)=celana training, kaos panjang, kaus kaki hitam, sendal gunung, jilbab cokelat sama udah siap slayer merah di leher.
Jam 14.00 WIB kami berangkat naik truk menuju desa Wekas. FYI, pendakian ke Gunung Merbabu ada beberapa jalur. Kini yang akan kami lewati adalah jalur pendakian Wekas, daerah Ngablak, Kabupaten Magelang. Baca-baca di google, jalur Wekas adalah jalur terpendek dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
truk
Jam 15.30 WIB kami berkumpul di basecamp. Di situ kami diabsen, kumpul per kelompok, pembagian alas tidur sama sleeping bag. Lalu kami sholat Ashar di masjid dekat dengan basecamp. Habis itu kami streching atau pemanasan gitu. Terus siap-siap daki gunung yang gede ini.. subhanallah..paringana kuat ya Allah.. kami juga nempelin salonpas di hidung. Suhu rendah bikin hidung dingin. Ya untuk menghangatkan hidung..
kumpul di basecamp Wekas

stretching
Jam 15.45 WIB kami mulai mendaki. Bismillahirahamanirahim..keluar dari desa Wekas, kami mulai masuk ke area hutan. Ranting, daun, tanah, hmmm..back to nature. Hati-hati jalan setapak yang kudu satu-satu jalannya. Kalo capek, minta berhenti satu kelompok. Saling berbagi air dan makanan. Saling menyemangati. Duh, di sini terasa banget kekeluargaannya. Felia, PJ kelompok saya, dia sabar banget nungguin saya istirahat. Nggak kerasa saya jadi deretan terakhir, huhu. Nggakpapa..deh..
menuju perbatasan luar desa
Jam 18.00 WIB sekitar jam ini, terdengar suara adzan dari bawah, ya dari desa Wekas. Subhanallah..binatang-binatang noktural mulai cuit-cuit. Terasa adem, kekes..dan..gelap. Ambil senter! Tuh kan, senter emang taruh di tas depan aja! Hehe.. dan beberapa menit kemudian, gerimis!
Wow! Gerimis di gunung saat petang hari mulai gelap. Cepet-cepet ambil mantol! Tuh kan, packing emang penting. Mantol taruh di tas pinggir aja hehe..
Semakin malam..jalannya naik terus. Dikit banget landainya. Ketemu landai, langsung henti sebentar. Saya sempat tukeran tas. Tas saya digendong sama Mbak Eky, alumni GLACIAL yang baik banget bantuin saya. Duh...saya emang bzzz.. kalo nggak kuat emang gitu, tukeran tas sama yang lain.  Semakin ke atas tuh muncul pipa air, hati-hati deh, jangan sampe nginjak. Kalo pecah gimana? Distribusi air ke penduduk jadi terbengkalai gara-gara kami. Emang kudu hati-hati.
nemu tempat landai, istirahat dulu..hmm mulai gelap..
Jam 20.00 WIB alhamdulilah.. kami sampai di tanah yang lapang, kayak lapangan. Banyak pendaki yang ndiriin tenda di situ. Oalah..hebat banget ya gunung ini? Istimewa..ada tempat landai kayak lapangan. Dan di situ ada bak mata air! Subhanallah.. kami langsung bikin api, isi perut, sama ibadah juga..
Jam 21.00 WIB kami masuk dome/tenda yang udah disiapin sm GLACIAL. Langsung pake jaket!! Masuk sleeping bag dan bergelung.hehe.. dan whats next? Hujan. Hujan lumayan deras bikin tenda lembab akrena air merembes ke mana-mana. Duingin, dingiiiin bangeeet. Perjuangan melawan dingin bisa dengan tidur berpelukan hehe..

27 Oktober 2013..
Jam 04.30 WIB kami bangun dari penggulungan sleeping bag. Ibadah subuh atau makan. Yeah, habis ini kami akan muncak. Jadi sebenernya lapangan atau tanah landai tempat kami bermalam tuh masih jauh dari puncak. Ke puncak butuh energi dan kami makan mi atau minum susu dulu. Pagi ini masih gerimis halus dan kami masih pake mantol. Bapak Tatak, pembina GLACIAL mengintruksi untuk nunggu dulu sampe jam 06.00 WIB, memastikan kemungkinan bisa muncak apa enggak.
briefing
Oh ya, tips buat yang mau buang hajat, pergi ke belukar atau rumput. Jangan lupa bawa teman, karena di alam liar biasanya pada nggak fokus. Terus pake tisu basah deh. Dan jangan buang sembarangan tisunya! Hehehe..
Jam 06.00 WIB alhamdulilah udah memungkinkan untuk muncak. Kami lepasin mantol kami. Udara dingin banget, kami boleh jalan pake jaket dan kanebo. Kalo pas berangkat kemarin, kami nggak boleh pake jaket, soalnya keringatnya bikin baju basah. Kalo pagi ini, nggakpapa deh..
Oke, muncak pun dimulai. Trek yang kami lewati lumayan licin. Trek pertama tuh lewat jalan tanah yang banyak batu-batunya.
trek licin usai hujan semalam

Satu-satu kami jalan beriringan dan saling bantu. Hmm..habis itu kami lewat jalan yang mana kami bisa lihat pemandangan keren subhanallah..
samar-samar, Gunung Sumbing tegak di sisi kanan
Mendekati gerbang angin, saya lihat beberapa tenda yang didirikan oleh pendaki lain. Kakak-kakak ini bermalam di tanah landai tapi sempit, kira-kira cuma muat 2-3 dome aja.
Akhirnya kami sampe di gerbang angin. Entah kenapa dikasih nama ini? Ada puncak yang di situ tertanam tower, tower sinyal apa ya? Saya kira ini adalah puncak, lol. No no, di gerbang angin ini kami bisa nikmatin pemandangan lebih dan lebih dahsyat! Di sinilah kami berhenti sebentar. Bau belerang mulai menyeruak.

bikin SMANSA15

go on after enjoying Gerbang Angin
Then kami ready to go lagi. Hati-hati banget ini karena kanan dan kiri jurang. Always focus deh.. oh ya, ternyata ada helipad (tempat helikopter mendarat) lho di sini.
Lagi-lagi kami manjat tebing. Batu-batu cadas. Ini emang sepaket deh antara jalan kaki sama manjat tebing. Ekstra hati-hati. Nggak jarang kami juga ketemu pendaki lain. Saat papasan, kami saling menyapa dan menyemangati! What a great.. Bahkan kami saling mengulurkan tangan lho walaupun nggak kenal. Saat kami mau naik, kakak-kakak ini lagi mau turun. Nah, kami gantian deh ^^ sabar..
Jembatan setan...

Orang bilang ini adalah jembatan setan. Kenapa? Nggak tahu. Yang jelas, treknya tuh subhanallah. Harus fokus dan berdoa. Saya dicoach sama panitia, kaki kanan dulu, kaki kiri, soalnya jalan horizontal tapi pegangan tebing.
Habis nyebrang jembatan setan, kami manjat tanah (susah nulisnya). Semangat aja..pegang akar-akar tanaman.. Allah memang Maha Penyayang..
Well, alhamdulilah kami sampai di PUNCAK MERBABU!
 Jam 09.45 WIB FYI, Merbabu punya banyak puncak. Kini kami sampai di puncak tertinggi, namanya puncak Kenteng Songo (Kenteng, basa jawa Songo: Sembilan). Ada semacam batu atau apa ya, yang katanya jumlahnya sembilan gitu. Nah di sini ternyata ada kelompok pendaki lain yang lagi menikmati, yaudah deh..kami jalan kaki ke puncak Triangulasi.
Jarak antara puncak Kenteng Songo sampe Triangulasi lumayan deket, ya anggep aja begitu. Naik, turun, naik lagi. Ya begitulah.. puncak Triangulasi lebih rendah dari Kenteng Songo. Puncak Triangulasi ini pojoknya puncak di Merbabu. Dari titik ini, kami bisa nonton Gunung Merapi, saudaranya Merbabu.
Nah, di puncak Triangulasi inilah kami mengadakan upacara bendera.

Sedikit haru banget saya, pertama kali, saya nggak nyangka bisa. Padahal tubuh saya ini lemah. Allah menguatkan saya, lewat orang-orang hebat yang nyemangatin saya. Huhu..hiks.. habis itu kami tanda tangan di layang-layang. Layang-layang ini semacam harapan kami.
Di puncak, beberapa peserta laki-laki ada yang sholat. Udah sangu sarung. Masya Allah..
Di puncak kami nggak boleh lama-lama. Timing. Lol. well kami turun ke camp.. Saat kami turun, ada pendaki lain yang mau muncak. Hmm..
Alhamdulilah sampe di camp. Kami segera berkemas carrier, dome, alas dan sampah. Hayo sampahnya dibawa turun! Hehehe.. botol-botol bekas minum jangan dibuang, bisa direfill pake mata air. Saya minum dari kran air dan..seger. Padahal itu air nggak mateng hahaha. Daripada dehidrasi :p Sebelum turun, kami isi perut dulu lah.
Jam 12.00 WIB Absen kelompok dan siap berangkat. Pas perjalanan turun gunung, saya diajarin sama anak-anak GLACIAL: lari! Hahaha..run away tapi hati-hati, sekali lagi licin. Bapak Tatak juga ngajakin saya lari. Biar apa? biar nggak berat bebannya. Kalo dipikir-pikir, bener juga sih.
Tips turun gunung: lari, minimal jalan cepat. Lol.
Sekitar jam 15.00 WIB kami sampai di basecamp. Kami sholat di mesjid. Terus makan sepiring nasi sama minum teh anget. Alhamdulilah kami sehat dan bisa tertawa bersama-sama. Saya kayak mau nangis liat saya sendiri. Lol.
Usai makan, kami naik ke truk lagi dan pulang ke sekolah. Eh udah dulu ya, Bapak udah njemput saya tuh pake motor :D lain kali kita jalan kaki lagi ya?

PS: Saya belajar banyak banget dari pendakian ini, pendakian pertama seumur hidup.
1.       Saya nggak boleh mengeluh dan menyerah. Orang-orang di sekitar saya nggak butuh keluhan saya.
2.       Saya harus setia dan saling tolong menolong. Siapa lagi yang mau bantu saya ketika saya terhimpit sesuatu? Maka, tanamlah kebaikan hingga nantinya kita petik buah kebaikan kita sendiri. Jangan ego ya, Mia..tunggu aja temenmu. Saat saya minta istirahat, teman-teman setia nunggu saya.
3.       Fokus dan berdoa. Kunci dari segalanya adalah Allah. Mendekatlah dengan Allah, Maha BESAR Allah menciptkan bumi dan seisinya. Jangan remehin sesuatu karena itu semua adalah ciptaan Allah.
4.       Sudahlah move on..OOT banget hahaha. Hari pendakian ini adalah hari keberangkatanmu ke Jakarta. Yah, kamu bukan siapa-siapaku sih. Setidaknya may I say thanks to you yang sudah advice dan sms, “Semangat ya dek..” hmm..tidak apa-apa. Aku dan kamu bukan apa-apa dan itu tak jadi soal. Setahun yang lalu kamu ikut pendakian ini dan tahun ini aku mendaki trek yang pernah kamu lalui. Setidaknya, kita (halah) pernah saling menyemangati. ^^

 Ya sudahlah lah. Sukses untuk kita semua, saya jalani apa yang ada di trek hidup saya, kamu juga berjuang apa yang harus kauperjuangkan. Saling mendoakan.
Mari kita berjuang bersama-sama!

Saya bahagia bisa berjuang bersamamu untuk hal yang pantas untuk diperjuang, kamu, siapapun siapa kamu. Karena saya bukan siapa-siapa.