Blog

Kamis, 15 Mei 2014

Sistem Saraf

Sistem Saraf
Fungsi sistem saraf ialah merespon rangsang dan memberikan tanggapan. Kerja sistem ini berjalan sangat cepat atau spontan.

Macam-macam sel saraf yaitu:
1.      Saraf sensorik (aferen) berfungsi menghantarkan impuls atau rangsangan dari reseptor ke pusat saraf. Dendrit menerima impuls lalu neurit menghantarkan impuls ke dendrit lain.
2.      Saraf motorik (eferen) berfungsi menghantarkan impuls dari saraf pusat ke otot dan kelenjar (efektor). Dendrit menerima impuls dari dendrit lain, lalu neurit menghantarkan impuls ke efektor.
3.      Saraf konektor terletak di pusat saraf (otak/sumsum tulang belakang) berfungsi menghubungkan antara saraf aferen dan saraf eferen.
Sistem saraf pusat terdiri dari organ otak dan sumsum tulang belakang. Saraf pusat dilindungi oleh selaput yang disebut meninges.
Meninges terdiri dari 3 lapisan=
1.      Pia meter= lapisan yang mengandung banyak pembuluh darah dan terletak paling dalam dan langsung melapisi otak dan sumsum tulang belakang.
2.      Araknoid= lapisan tengah. Di antara pia meter dan araknoid terdapat ruang berisi cairan serebrospinal yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi otak dan sumsum tulang belakang terhadap benturan.
3.      Dura meter= lapisan terluar yang tebal dan kuat.
Sistem saraf pusat memiliki 2 tipe jaringan saraf, adalan substansi kelabu dan substansi putih. Substansi kelabu terdiri atas badan-badan sel saraf, berukuran pendek, dan tidak mengandung mielin. Sedangkan substansi putih mengandung akson berselubung putih.
I.                   Otak (ensephalon) adalah pusat koordinasi sistem saraf. Kapasitas otak manusia sekitar 1500 cc.
a.       Otak besar (cerebrum)
Di bagian luar terdapat korteks berwarna kelabu (substansia gricea) yang mengandung jutaan neuron dan permukaannya berlekuk. Sementara itu, di dalam (medula) terdapat substansia alba (putih).
Otak besar       =lobus oksipitalis (belakang)   -> penglihatan
                        =lobus temporalis (samping)   -> mendengarkan
                        =lobus frontalis                                   -> panas dingin, tekanan
                        =lobus parietalis                      -> perasa, pengecap
b.      Otak kecil (cerebelum)
Terletak di otak bagian belakang. Otak kecil berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh. 
c.       Otak tengah (mesenfalon)
Di bagian atas, terdapat lobus optik (penggerak mata). Di bagian tengah terdapat talamus yang berfungsi untuk pengatur impuls sensori dan di bagian dasar terdapat hipotalamus yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuh (homokioterm). Di sini adalah pusat keseimbangan cairan, metabolisme  lemak dan karbohidrat, frekuensi tidur dan selera makan.
d.      Sumsum belakang (medula oblongata/batang otak)
Berfungsi sebagai pengatur gerak reflek fisiologi, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, bersendawa, dan muntah. Ada pun jembatan Varol yang memiliki serabut saraf.
II.                Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis)
Terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang dari ruas leher. Berfungsi menghubungkan impuls dari dan ke otak, memberi kemungkinan terjadinya gerak reflek. Sumsus tulang belakang dari luar berwarna putih (dendrit dan akson) serta bagian dalam berwarna kelabu (badan sel saraf).
III.             Sistem Saraf Tepi
a.       Saraf Sadar (somatik)
Kelanjutan sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls saraf menuju ke dan dari sistem saraf pusat. Dari segi arah impuls, dibedakan menjadi saraf aferen dan eferen. Saraf somatik terdiri dari saraf kranial (di otak 12 pasang) dan sumsum tulang belakang (31 pasang). Saraf nomor I, II, dan VII bersifat sensorik, nomor IV, VI, dan XII bersifat motorik, sedangkan nomor V, VII, IX, dan X adalah campuran sensorik dan motorik. Saraf  nomor X (mercus vagus) adalah saraf terluar jangkauannya.
Saraf spinal yang berjumlah 31 pasang ini merupakan saraf gabungan sensorik dan motorik.
b.      Saraf Tak Sadar (otonom)
Saraf otonom tidak menurut kehendak kita, dan mengendalikan gerak organ-organ tubuh secara otomatis, seperti denyut jantung, bergeraknya pupil, dan pembuluh darah. Sistem saraf otonom  bersifat motorik, namun ada perbedaan antara otonom  eferen dan perifier (tepi) eferen. Jika saraf eferen sasarannya adalah otot-otot yang bekerja di bawah  kehendak kita (eferen sadar/somatik), sedangkan eferen otonom  bekerja di organ-organ viseral (dalam/tak sadar). saraf otonom dibagi menjadi saraf  simpatik dan  parasimpatik, yang keduanya adalah simpul saraf di tulang belakang bagian depan dan bekerja pada efektor (organ/kelenjar) yang sama, tetapi, bekerja secara berlawanan.
IV.             Mekanisme Penghantaran Impuls
1.      Melalui sel saraf
Proses penghantaran impuls terjadi karena rangsangan atau tanggapas atas perbedaan potensial listrik bagian dalam dan luar sel. Dalam keadaan sel beristirahat,
Kutub positif di bagian luar
Kutub negatif di bagian dalam
Rangsangan menimbulkan pembalikan perbedaan potensial listrik sesaat di sepanjang saraf.
2.      Melalui sinapsis
Terjadi karena titik temu akson dan dendrit dari dua neuron. Di ujung akson, terdapat tonjolan sinapsis (vesikula sinapsis) yang mengandung neurotransmitter. Neuron yang memiliki vesikula sinapsis disebut prasinapsis sedangkan ujung lainnya disebut post sinapsis.
Mekanisme= impuls->vesikula bergerak->membran prasinapsis->vesikula melepas neurotransmitter->menempel pada post sinapsis.
Neurotransmitter antara lain:
Asetilkolin=sel tubuh, saraf, otot
Noradrenalis=sistem saraf simpatetik (otot tak sadar/cepat)
Dopamin dan serotonin=di otak
V.                Jalannya Rangsang
1.      Gerak sadar=reseptor->sensorik->otak->motorik->efektor
2.      Gerak tak sadar=reseptor->akar dorsal (depan)->sumsum tulang belakang->akar ventral (belakang)->efektor
VI.             Pengobatan
Pengobatan adalah upaya penyembuhan untuk mengembalikan tubuh agar seimbang dengan lingkungan, sedangkan rasa sakit adalah respons penyebab tertentu  baik dari luar maupun dalam  tubuh. zat kimia untuk merangsang tubuh dengan  tujuan menghilangkan  rasa sakit. Sayangnya, obat-obatan hanya efek penyembuhan semu. Pemakaian obat-obatan  menyebabkan  kecanduan atau adiksi. Penyalahgunaan obat-obatan untuk menahan  penderitaan biasanya menggunakan  narkotika dan alkohol.

Semoga bermanfaat :)

0 komentar:

Posting Komentar

Hello, thank your for the comment :)