Blog

Minggu, 08 Juni 2014

Batik Madura-Proppo



Uraian ini saya buat saat even Jejak Tradisi Budaya. Saya kelompok ekonomi, jadi kali ini saya memaparkan tentang batik Proppo di bidang ekonomi. Metode yang saya lakukan adalah pengamatan dan wawancara. Semoga bermanfat :)


Nilai Jual Batik Proppo
            Batik Proppo merupakan batik khas Madura. Salah satu sentra industri batik  Proppo berlokasi di Desa Klapret.
Ciri khas batik tersebut ialah motif yang mengangkat flora dan fauna serta warna yang ekspresif. Motif yang paling digemari konsumen yaitu motif Sekar Jagat. Tidak hanya itu,  para pengrajin batik Madura juga menerima pesanan motif  sesuai selera konsumen. Hal ini membuat batik Proppo memiliki nilai jual tersendiri bagi para pecinta batik di Indonesia.
Prospek ke depan
Ke depannya, prospek batik Proppo dilihat cukup cerah dan menjanjkan. Karena konsumen yang tertarik pada warna batik Proppo yang berkarakter kuat, ekspresif, cerah dan sebagainya. Prospek yang cerah ini juga didukung oleh pemerintah berupa material seperti didirikannya koperasi batik yang bisa memberikan pinjaman modal kepada pengrajin.
Target Pemasaran
            Para pengrajin batik memiliki strategi pemasaran yang bervariasi. Pengrajin batik Proppo tersebut ada yang memasarkan produknya di daerah Madura dan di luar Madura. Di daerah Madura sendiri khususnya di Kabupaten Pamekasan terdapat pasar batik yang dibuka pada setiap hari Kamis dan Minggu. Seiring tingginya jumlah pengrajin batik Proppo, maka harga yang ditetapkan sesama pengrajin tidak bisa dimaksimalkan. Di samping itu, sebagian para pengrajin juga menjual produknya di rumah masing-masing. Selain di Kabupaten Pamekasan, batik juga dipasarkan di Kabupaten Bangkalan, Madura. Sedangkan untuk target pemasaran, di luar daerah para pengrajin biasanya menawarkan kain batik ke butik maupun galeri batik seperti di Kota Surabaya dan Yogyakarta. Transaksi seperti di daerah Yogyakarta pengrajin bisa mengirimkan kain batik seharga sekitar 50 juta hingga 100 juta dan cara transaksi tersebut melalui cek yang dapat dicairkan 2-3 bulan setelah pengiriman barang. Namun hanya pengrajin yang memiliki modal besar yang berani melakukan strategi pemasaran dengan stok barang besar tersebut. Karena pengrajin bermodal kecil berpikir bahwa dalam 3 bulan tersebut tidak dapat mengembalikan  modal awal mereka. Selain itu pengrajin bermodal kecil juga mengirimkan produknya ke pengepul yang nantinya akan di distribusikan diluar daerah.  
Batik Proppo penghasil rupiah pengrajin.
            Di daerah Proppo, banyak penduduk yang sudah menjadikan kerajinan batik sebagai mata pencaharian hidup. Pengrajin-pengrajin ini menggantungkan hidupnya pada batik yang mereka produksi. Modal awal yang dibutuhkan pengrajin untuk memulai usaha produksi batik berkisar sekitar Rp10.000.000,00. Dari modal awal tersebut, pengrajin dapat meraupn keuntungan sekitar Rp10.000,00 per kainnya.
Batik yang dijual di Proppo berupa kain sepanjang 2 meter dan baju. Harga kain batik berkisar Rp100.000,00. Sedangkan baju, sekitar Rp150.000,00 karena pengrajin harus memotong bahan kurang dari 2 meter. Tetapi, konsumen lebih banyak tertarik pada kain karena bisa dimodifikasi desain bajunya sesuai selera.
Tinggi rendahnya harga kain batik tergantung dari kesulitan proses pembuatan. Proses ini mencangkup perbedaan warna yang digunakan. Semakin kompleks warna yang digunakan, maka semakin tinggi harganya. Sebab, setiap penambahan warna para pengrajin  harus membatik kembali. Ada dua macam  batik, yaitu batik dua warna dan  tiga warna. Bila batik dua warna dijual seharga Rp100.000,00 sedangkan batik tiga warna mencapai Rp125.000,00.
Pembelian kain batik dapat dilakukan secara per biji maupun grosir, harganya pun berbeda. Perbedaan harga disebabkan oleh keuntungan yang diperoleh pengrajin yaitu per biji, maka pembelian secara grosir lebih murah dibandingkan dengan pembelian per biji.  

3 komentar:

  1. saya juga pernah mendengar batik khas madura yang dibuat oleh ibu Maimun di Bangkalan... batiknya itu bagus dan sudah melanglang ke luar negeri... makanya saya berkesimpulan, batik maudra pasti memiliki kualitas bagus, terlebih lagi baju batik dipakai oleh orang Madura untuk acara penting yang artinya tentu akan memakai pakaian bagus... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangkalan? wow..saya belum pernah ke batik Bangkalan hehe..ternyata Indonesia punya banyak batik hehe..bangga :))

      salam ^^

      Hapus
  2. insyaallah batik madura kedepannya akan membuming seiring banyak peminatnya.
    adapun sangat banyak ragamnya.

    BalasHapus

Hello, thank your for the comment :)