Blog

Minggu, 08 Juni 2014

Buku Harian, Curhat Dong

Ada situs buku harian lhoh! Klik di sini http://www.my-diary.org/

Teman-teman pasti nggak asing dengan kata “curhat” atau curahan hati. Teman-teman sering melontarkannya kepada siapa atau apa? Banyak  remaja yang curhat ke sahabat, orang tua, bahkan ada juga yang menulis curhat di jejaring sosial, Facebook dan Twitter misalnya.
Nah, curhatan itu umumnya bersifat pribadi. Bagaimana dengan curhat kepada buku harian? Teman-teman pernah mencobanya? Buku harian adalah catatan kejadian yang sedang dialami. Buku harian isinya subjektif dan rahasia. Tapi, tidak jarang pula yang membolehkan buku hariannya dibaca oleh orang lain.
Buku harian, atau dalam bahasa inggris disebut diary, walaupun tertera kata “hari”, ndak mesti kita kudu menuliskan keseluruhan aktivitas harian. Buku harian biasanya berisi curhatan (rerasanan) tentang peristiwa dan perasaan, yang bisa dibilang “wah”, menggelitik, atau yang tidak biasa. Peristiwa ditulis bisa apa saja, contohnya kesal kepada teman, lelah mengerjakan tugas yang setumpuk, atau kangen sama sahabat. Lalu, deskripsikan perasaan teman-teman, apakah marah, berbunga-bunga, galau, dan sebagainya. Jangan lupa, beri tanggal dan hari, saat sebelum atau sesudah menulis curhat, tambahkan jam penulisan juga tidak dilarang. Selanjutnya untuk penutup, akan lebih baik jika dibubuhi kalimat lagu, kutipan puisi, pantun, peribahasa, atau harapan-harapan yang mewakili keseluruhan perasaan teman-teman. Pokoknya, terserah teman-teman. Mudah bukan curhat kepada buku harian?
Meskipun kadang dianggap hal yang remeh, ternyata menulis buku harian ada manfaatnya lho. Secara psikologis, menulis buku harian, mampu mengurangi beban pikiran dan perasaan, yang kita ketahui keduanya merupakan faktor dari stres. Lalu, dengan menuliskan kembali suatu kejadian, akan memperkuat memori otak. Jika teman-teman menulis secara kontinyu, siapa tahu nantinya, buku harian dapat menjadi sumber inspirasi yang bermanfaat dan media refleksi diri. Misalnya, setelah menulis, teman-teman berintrospeksi dan bercermin, sehingga tahu dimana letak kesalahan, kemudian belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Ada lagi, kalau teman-teman ingin menjadi penulis, bisa dimulai dari sini. Contoh yang terkenal, yaitu Anne Frank, Soe Hok Gie, dan Ernest Hemingway.
Wah, ternyata curhat dengan menulis buku harian nggak sekedar curhat ya teman-teman. Tenang, rahasia terjamin rapi oleh si Buku Harian deh. Jadi, bagaimana teman-teman? Sudah siap menulis buku harian?

2 komentar:

  1. Saya menulis buku harian sekarang di blog atau MS Word untuk konsumsi umum dan pribadi. Tetapi kebanyakan di blog biar bisa dibaca orang (Tujuannya itu).

    Setuju sekali dengan statement bahwa dengan curhat lalu menulisnya ke buku atau blog, bagi saya memang membuat pikiran jadi lebih rileks dan jadi lebih pandai dalam mengarang tulisan. :)

    BalasHapus

Hello, thank your for the comment :)