Blog

Sabtu, 13 September 2014

Kudengar Namamu, Tadi Siang.

cinta tak mungkin berganti secepat itu, walaupun tahu risikonya. risiko jika terus tegak merawat, ah tidak, setidaknya membiarkan ia tumbuh dan berkembang.
sebab waktu menyirami benih ini perlahan dan bahkan gulma yang menggerogotinya, tak terasa. semua mengalir. lewat dan melintas begitu saja. sudah cukup.
dahan-dahan mulai bercabang. ranting tempat gelayut gelisah. sebenarnya ini apa? akar terus mencari tempat persinggahan serta menggali sumur diri.
dengan teduh dan legowo, ia terima hujan. aku bahkan malu. belum bisa aku mencontoh rindangnya pohon ini, perasaan namanya.

jarak. biak. biar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Hello, thank your for the comment :)